Thursday, 24 June 2010

HARGA AIR MINUM DALAM KEMASAN NAIK


The Drinking Water Book: How to Eliminate Harmful Toxins from Your WaterHarga air minum dalam berbagai kemasan di Kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai naik pasca Lebaran lalu.

Kuala Kapuas, Kalteng, 29/9 (Antara/FINROLL Lifestyle) - Harga air minum dalam berbagai kemasan di Kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai naik pasca Lebaran lalu.

Keterangan yang diperoleh ANTARA di Kuala Kapuas, Selasa, menyebutkan, naiknya harga air dalam kemasan yang dijual di berbagai toko dan warung tersebut terjadi untuk merk Prof saja, yang banyak digunakan oleh warga untuk air minum.

Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada air kemasan dalam galon isi 19 liter yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 12.000 per galon menjadi Rp 16.000 per galon.

Kemudian harga air minum dalam kemasan gelas isi 220 mililiter (ml) dari harga Rp 15.000 per dus menjadi Rp 16.000 per dus.


Sedangkan untuk kemasan botol isi 600 ml dari Rp 1.500 per botol menjadi Rp 2.000 per botol, dan kemasan botol 1,5 liter dari Rp 2.500 per botol menjadi Rp 3.000 per liter.

Sebagian warga yang menggunakan air tersebut untuk air minum mengaku terkejut atas terjadinya kenaikan harga itu.

"Saya terkejut, ketika hendak membeli air minum dalam kemasan galon, harganya sudah naik," kata Ibu Siska, seorang warga Jalan Tambun Bungai.

Dia mengatakan saat ini keluarganya hanya menggunakan air minum dalam kemasan untuk dikonsumsi sehari-hari, karena air bersih yang diproduksi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kapuas saat ini masih tidak layak di konsumsi karena asin.

Selain itu, katanya air dari sumur bor yang dimilikinya, tidak digunakan untuk dikonsumsi karena belum diketahui standar baku mutunya, sehingga air tersebut hanya digunakan untuk air mandi saja.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh banyaknya permintaan warga terhadap air minum dalam kemasan, sementara stok barang di pihak distributor cukup terbatas, sehingga sering terjadi kekosongan di tingkat pedagang.

Bahkan menurut Yeti, seorang pedagang air minum dalam kemasan, pihak distributor harus mengurangi jatah barang yang telah diorder.

"Dari 12 galon yang saya pesan, hanya dipenuhi 5 saja, sedangkan untuk air dalam kemasan gelas dan botol masih dapat dipenuhi oleh pihak distributor," katanya

Ditulis Oleh : Rollit

No comments:

Post a Comment