Thursday, 29 September 2016

Mengenal Produsen "Narmada" (Air Mineral) Lebih Dekat

Status : Draft


Referensi


  1. Web Resmi PT Narmada Awet Muda, http://narmada.co.id/

Tuesday, 27 September 2016

Thursday, 4 August 2016

Mengenal Produsen "Aqua" (Air Mineral) Lebih Dekat

Status : Draft


Referensi

  1. Aqua (air mineral), https://id.wikipedia.org/wiki/Aqua_(air_mineral)

Emil Salim ingatkan Aqua agar kembalikan air yang "disedot"

... Aqua berkomitmen untuk menanam kembali pohon sebanyak 12 juta dalam setahun....
Menarik...., pertanyaannya :

1. Ditanam dimana saja ?
2. Kepemilikan lahan yang ditanam itu ?
3. Menurut informasi, Aqua memiliki 14 pabrik, sebarannya dimana saja ? bagaimana kondisi muka air tanah di ke 14 lokasi pabrik Aqua ini .. ?
Oleh : Ida Nurcahyani, Antaranews

Jakarta (ANTARA News) - Tokoh lingkungan hidup Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Profesor Emil Salim mengingatkan agar perusahaan air minum kemasan Aqua agar mengembalikan jumlah air yang telah diambil.

"Mereka ini (Aqua) pikirannya menyedot air terus. Ada sih pikiran untuk memelihara air dan sebagainya, untuk itu Aqua seharusnya menggandeng masyarakat dan pemerintah untuk mengembalikan apa yang sudah mereka ambil agar air kita lestari," kata Emil Salim dalam sebuah diskusi kelestarian air dan lingkungan; "Pelestarian air dan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama", di Belly Clan Restaurant, Jakarta, Kamis.

Emil menekankan harus ada sebuah keseimbangan dalam penggunaan air, karena jika tidak maka dampak perubahan iklim akan semakin dirasakan.

"Berapa setahun keuntungan Anda? Harus ada upaya seimbang untuk mengembalikan itu. Apa yang diambil dari alam harus dikembalikan ke alam. Salah satu caranya melalui menanam kembali pohon sehingga terjadi sebuah equilibrium atau keseimbangan," katanya.

Lebih lanjut Emil mengingatkan bahwa air bersih di Indonesia bukanlah sebuah kemudahan karena di antara 17.000 pulau-pulau di Indonesia masih banyak warga di daerah yang kekurangan air.

Menanggapi hal itu, pihak PT Aqua mengatakan telah melakukan penyeimbangan, salah satunya, dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Lingkungan Hidup untuk menanam kembali pohon sebanyak 12 juta dalam setahun.

"Kami selalu mendorong inisiatif untuk mengembalikan air pada alam," kata Sustainable Development Director PT Tirta Investama (Aqua Group) Karyanto Wibowo.

Thursday, 8 July 2010

Perancangan komunikasi visual air minum dalam kemasan Aquacui Sukorejo-Pandaan-Jawa Timur


Air minum dalam kemasan Aquacui merupakan produk baru yang tidak
mempunyai cukup dana untuk melakukan promosi secara besar-besaran.
Persaingan pasar air minum dalam kemasan sangat ketat. Perusahaan air minum
dalam kemasan Aquacui berusaha agar produknya diterima di masyarakat
sehingga dapat memudahkan proses penjualan. Keadaan ini semakin memaksa
perusahaan untuk mengambil tindakan lanjut yaitu dengan membuat perancangan
komunikasi visual. Perancangan yang akan dibuat meliputi strategi pemasaran,
strategi media, dan strategi kreatif yang disesuaikan dengan analisa pasar.


Author
• (42401097) DEVI FAJAR PUSPITA
Contributor
• (47019) ALBERT J. SOEHARDJO
• (47025) BUDI PRASETYADI
• (99-022) Heru Dwi Waluyanto

Ayo Rusak Botol Bekas Minuman Mineral

VIVAnews - Indonesia menjadi surga bagi pemalsuan. Minimnya pengawasan dan tindakan tegas pemerintah membuat konsumen banyak dirugikan. Salah satunya air mineral palsu atau air mineral isi ulang.

Maraknya peredaran air mineral palsu banyak ditemui saat kita membeli air tersebut di warung kaki lima atau pedagang pinggir jalan. Air mineral isi ulang itu dijual setelah memanfaatkan botol minuman bekas yang telah dibuang.

SUMUR DAN PDAM, SUMBER AIR ISI ULANG


Beda dengan air minum dalam kemasan yang sumber airnya diambil langsung dari mata air di pegunungan, depot galon air isi ulang yang tersebar di Kendari ternyata menggunakan sumur bor, sumur gali dan PDAM sebagai sumber air baku utamanya. Dari sisi kesehatan, hal itu jelas mengkhawatirkan.
Pasalnya untuk dapat dikonsumsi, air baku seharusnya dipanaskan hingga suhu tertentu. Gunanya, untuk mematikan kuman dan bakteri penyebab penyakit yang kemungkinan terkandung di dalamnya. Sedangkan depot isi ulang, ternyata tidak dipanaskan melainkan hanya dilakukan proses sterilisasi. Proses tersebut diantaranya menggunakan desinfektan berupa ozonisasi dan radiasi ultra violet.